Hai, Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
Hari berlalu semakin cepat yah, sampai lupa diri apa yang bisa dilakukan.
Tidak terasa udah semester 7, dan tidak banyak pengalaman yang saya dapatkan, hanya ingin berbagi aja di blog ini siapa tahu bermanfaat, terkhusus manasiswa di Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.
Saya mau share aja Laporan buntung, nggak juga sih, hanya nggak ada sampulnya aja. Judulnya yaitu "Fotosintesis"
Terimakasih sudah mampir di Blog Saya
I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Beberapa ahli yang mengemukaan pengertian fotosintesis yaitu: a) Fotosintesis berasal dari kata foton yang ratinya cahaya dan sintesis yang artinya penyusunan. Fotosintesis adalah proses penyusunan senyawa organik karbohidrat atau glukosa (C6H1206) dan oksigen O2 dari zat anorganik (C02 dan C02) dengan bantuan energi matahari yag disebut juga asimilasi zat karbon. Proses ini hanya terjadi pada timbuhan yang memiliki klorofil yaitu pigmen yang berfugsi sebagai penagkap energi cahaya. Fotosisntesis merupakan transformasi energi cahaya dari energi cahaya di konversi (pengubahan) menjadi energi kimia yang didikat dalam molekul karbohidrat (Letus, 2016); b) Fotosintesis adalah pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung klorofil atau klorofil daun (Dwijoseputro, 1994); c) Fotosintesis adalah penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002);
Fotosintesis ada dua jenis yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. a) Fotoautotrof adalah organisme yang dapat mengguakan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya sendiri atau mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau, bakteri ungu dan bakteri hijau; b) Kemoautotrof adalah organisme yang dapa memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Conothnya bakteri besi, bakteri belerang dan bakteri nitrogen. Bakteri kemoautotrof menggunkan energi kimia dari oksidasi molekul organik unutk menyusun makanannya. Molekul organik yang dapat digunakan oleh bakteri kemoautotrof adalah senyawa nitrogen, belerang dan besi atau dari oksidasi gas hidrogen. Dalam prosesnya bakteri ini membutuhkan oksigen (Sasmitamihardja, 1996)
Manfaat fotosintesis bagi tumbuhan itu sendiri yaitu membantu pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, membantu perkembangbiakan tumbuhan, membantu pernapasan sel-sel tumbuhan, memproduksi zat makanan berupa glukosa, membantu pergerakan tumbuhan dan menghasilakan cadangan makanan untuk tumbuhan. Manfaat fotosintesis bagi lingkungan yaitu menyerap karbondioksida yang berlebihan di alam, menyediakan oksigen bagi manusia dan hewan (Benjamin, 2011)
1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan Praktikum Biologi Umum dengan materi Fotosintesis adalah mengamati proses fotosintesis dan pengaruh intesitas cahaya terhadap fotosintesis.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Proses Fotosintesis
Proses fotosintesis terdiri dari dua macam yaitu reaksi gelap dan reaksi terang. Reaksi terang merupakan pengikatan (penangkapan) energi cahaya matahari oleh klorofil yang berlangsung di grana (membran tilakoid) dan dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem adalah unit dalam kloroplas yang mampu menagkap energi cahaya matahari. Setiap fotosistem menagkap cahaya dan memindahkan energi ke pusat reaksi yaitu suatu kompleks klorofil dan protein-protein yang berperan langsung dalam fotosintesis. Fotosistem tersusun atas kompleks antena, pusat reaksi dan akseptor elektron. Berdsarkan komponen penyusunnya, fotosistem ada dua macam dan keduanya terdapat dalam membran tilakoid secara terpisah yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Dalam reaksi terang terdapat 2 jalur perjalanan elektron, yaitu elektron siklik dan elektron dan jalur elektron non siklik. Pihmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nm) dan merah (650-700 nm). Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, juga menghasilkan oksigen dan mengubah ADP dan NADP+ menjadi energi pembawa ATP dan NADPH2. ATP dan NADPH inilah nanti yang akn digunakan sebagai energi dalam reaksi gelap (Zubaidah, 2017)
Reaksi gelap (siklus Calvin) merupakan tahap kedua dari fotosintesis. Disebut reaksi gelap karena reaksi ini tidak memrlukan cahaya., dan enzim-enzim untuk melakukan fiksasi O2 memerlukan ATP dan NADPH yang dihasilkan dari teaksi terang. Reaksi gelap terjadi di stroma kloroplas. Proses reaksi gelap diawali dengan fiksasi CO2 oleh RuPB (ribulosa biphospat) atau RuDP (ribulosa diphospat) untuk mensintetis glukosa. Proses reaksi ini disebut jalur C3 (siklus Calvin). Reaksi gelap terdiri atas 3 bagian utama yaitu karbolasi, reduksi dan regenerasi (Campbell, 2002).
2.2. Faktor-faktor yang Memengaruhi Fotosintesis
Fotosintesis dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari tumbuhan itu sendiri. a) Tahap pertumbuhan, pada saat pertumbuhan, lahu fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang berkecambah daripada tumbuhan dewasa; b) Kadar klorofil, klorofil adalah zat hijau daun. Semakin banyak jumlah klorofil dala daun maka proses fotosintesis berlangsung sangat cepat; c) Umur daun, semakin tua daun maka kemampuan berfotosintesis semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya perombakan klorofil dan berkurangnya fungsi kloroplas; d) struktur daun dan stomata, bentuk tbaltipisnya daun berpengaruh pada jumlah klorofil, stomata dan mudah tidaknya daun menyerang cahaya; e) Penimbun hasil fotosintesis, penimbun hasil fotosintesis pada sel yang mengandung klorofil menghalangi pengikatan energi cahaya; f) kadar hasil fotosintesis, jika kadar pada zat hasil fotosintesis berkurang, maka laju fotosisntesis akan naik. Faktor eksternal yang memngaruhi fotosintesis yaitu faktor yang berasal dari luar tumbuhan. a) Cahaya matahari, cahaya matahari atau intensitas (tinggi rendahnya cahaya) yag diperlukan harus cukup agar proses fotosintesis berlangsung dengan efesien. Jika cahaya matahari terlalu tinggi maka akan merusak klorofil; b) Suhu, diperlukan untuk proses fotosintesis harus berkisar 10 0C – 35 0C. Pada suhu tersebut kecepatan fotosintesis berbanding lurus dengan pertambahan suhu. Jika suhu terlalu tinggi di atas 35 0c fotosintesis akan terhenti karena enzim-enzim yang berperan dalam fotosintesis rusak. Oleh karena itu, tumbuhan menghendaki suhu optimal agar fotosintesis berjalan secar efesien; c) Air, ketersediaan air memengaruhi laju fotosintesis karena air merupakan bahan baku dalam proses fotosintesis. Turunnya kadar air di dalam tubuh tumbuhan akan menyebabkna stomata menutup. Hal itu menyebabkna kemampuan fotosintesis akan menurun; d) Karbondioksida, karbondioksida merupakan bahan dasar fotosintesis selain air. Makin tinggi kadar karbondioksida makin meningkat kemampuan fotosintesis. Akan tetapi kenaikan karbondioksida harus sesuai dengan itensitas cahaya; e) Mineral, fotosintesisi dipengaruhi oleh mineral terutama yang menyusun klorofil, seperti magnesium dan besi. Kekurangan unsur tersebut dapat mengganggu pembentukan klorofil dan selanjutnya menghambat proses fotosintesis; f) Oksigen, kenaikan kadar oksiegen gapat mengahmbat forosintesis karena oksigen merupakan komponen respirasi (Syamsuri, 2000)
2.3. Pengertian PAR
PAR (Photosynthetically Active Radiation) adalah jumlah cahaya atau partlikel cahaya yag disebut foton yang jatuh dalam meter persegi dalam detik dengan panjang gelombang 400-700 nanometer. PAR sangat pentingn karena sebagai perkiraan ukuran berapa banyak energi cahaya yang dapat digunakan. PAR dapat diukur dengan meteran kuantum denagan cara dilepas dan untuk penggunaan di akuarium probe (Rose, 1995)
III. BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Biologi Umum dengan materi Fotosintesis dilakukan pada hari Jumat, 17 November 2017 pukul 15.00 - 16.40 WIB, bertempat di Laboratorium Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum Biologi Umum dengan materi Fotosintesis adalah air ledeng, alkohol, larutan lugol, daun, ganggang hydrilla, soda kue, air, tissue, plastik, karet. Alat yang dipakai adalah stopwatch, gelas kimia, cawan petri, kaca asbes, pinset dan ember plastik.
3.3. Cara Kerja
Cara kerja dalam praktikum Biologi Umum dengan materi Fotosintesis yaitu:
3.3.1. Fotosintesis Menghasilkan Amilum
1. Memetik tumbuhan dikebun dengan daunnya yang baik untuk percobaan dengan menutup bagian tengah daun dengan kertas timah dan mengepitnya dengan klip
2. Memetik daun pada saat praktikum dan membuka kertas timah lalu mengamati perbedaan antara daun
3. Merebus daun kedalam alkohol panas sampai daunnya layu dan mengamati perbedaannya
4. Kemudian memasukan daun kedalam larutan lugol serta mengamati perubahan warna pada daun
5. Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja
3.3.2. Fotosintesis Menghasilkan Oksigen
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Mengisi kantong plastik dengan air lalu menambahkan soda kue dan memasukan hydrilla
3. Mengamati perlakuan pada tempat yang terang yang memerlukan cahaya dan pada tempat yang tidak memerlukan cahaya
4. Mengamati dengan waktu 5 menit pertama, 10 menit kedua, 15 menit ketiga, 20 menit keempat
5. Mencatat berapa gelembung gas yang dihasilkan pada fotosintesis setiap menitnya lalu menulisnya pada lembar kerja
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Fotosintesis Menghasilkan Amilum
|
No |
Daun |
Perlakuan |
Terbuka |
Tertutup |
Keterangan |
|
1. |
Daun Tipis Singkong (Manihot esculenta) |
Sebelum direbus |
|
|
Pada daun yang ditutupi aluminium foil berwarna kuning sedangkan daun yang tidak ditutupi aluminium foil berwarna hijau. |
|
Setelah direbus dengan air panas |
|
|
Pada daun yang telah direbus dengan air panas berwarna kuning pucat. Hal ini untuk mematikan sel-sel daun. |
||
|
Setelah direbus alcohol |
|
|
Pada daun yang telah direbus alkohol klorofil akan berpindah ke larutan alkohol dan warna pada daun memudar |
||
|
Setelah ditetesi larutan Lugol |
|
|
Pada daun terbuka yang ditetesi larutan lugol berwarna hijau, sedangkan pada daun yang ditutupi aluminium foil setelah ditetesi lugol berwarna kecoklatan |
||
|
2 |
Daun Tebal Durian (Durio zibethinus) |
Sebelum direbus |
|
|
Pada daun yang ditutupi aluminium foil berwarna kuning dan yang tidak ditutupi aluminium foil berwarna hijau |
|
Setelah direbus dengan air panas |
|
|
Pada daun yang telah direbus dengan air panas berwarna kuning. Hal ini betujuan untuk mematikan sel-sel daun. |
||
|
Setelah direbus alcohol |
|
|
Pada daun yang telah direbus alkohol klorofil berpindah ke larutan alkohol dan warna pada daun memudar |
||
|
Setelah ditetesi larutan Lugol |
|
|
Pada daun yang terbuka yang ditetesi lugol berwarna hijau, sedangkan pada daun yang ditutupi aluminium foil setelah ditetesi lugol berwarna kecoklatan |
Tabel 2. Hasil Pengamatan Fotosintesis Menghasilkan Oksigen (O2)
|
No |
Waktu |
Tempat Terang |
Tempat Gelap |
|
1 |
5 menit |
12 |
3 |
|
2 |
10 menit |
42 |
- |
|
3 |
15 menit |
28 |
1 |
|
4 |
20 menit |
32 |
- |
|
|
Jumlah |
114 |
4 |
4.2. Pembahasan
4.2.1. Fotosintesis Menghasilakan Amilum
|
Daun Tipis |
Daun Tebal |
|
|
|
|
Sumber: Dokumen Pribadi |
Sumber: Dokumen Pribadi |
Pada praktikum yang telah dilakukan proses fotosintesis yang menghasilkan amilum dengan percobaan pada daun tipis dan daun tebal dengan cara sebagian permukaan daun ditutupi dengan kertas aluminium foil dan dibiarkan selama 7 hari, peristiwa yang terjadi permukaan daun yang ditutupi dengan kertas aluminium foil menghasilkan warna kuning sedangkan permukaan daun yang tidak ditutupi tetap berwarna hijau. Percobaan selanjutnya daun direbus dengan air panas dan menghasilkan warna kuning pucat. Selanjutnya daun direbus dengan alkohol sehingga warna daun memudar, hal ini disebabkan klorofil pada daun larut di larutan alkohol. Selanjutnya daun yang ditutupi dan yang tidak ditutupi dengan kertas aluminium foil ditetesi dengan cairan lugol. Hasilnya daun yang tidak ditutupi dengan kertas aluminium foil tetap berwarna hijau sedangkan daun yang ditutupi dengan aluminium foil berwarna kecoklatan. Hal ini menunjukkan bahwa daun yang tidak ditutupi dengan kertas aluminium foil tidak menghasilkan amilum sedangkan daun yang ditutupi dengan kertas aluminium foil menghasilkan amilum.
4.2.2. Fotosintesis Menghasilkan Gas
|
Hidrylla ( Hydrilla verticilliata) |
|
|
|
Sumber: Dokumen Pribadi |
Pada percobaan peristiwa fotosintesis yang membuktikan bahwa menghasilkan gelembung atau gas, hal yang dilakukan yaitu memasukkan 15 batang hidrylla dengan panjang 15 cm ke dalam plastik bening dengan air dan soda kue (NaHCO2) sebanyak 4 sendok teh kemudian meletakkan satu bungkus hydrilla di tempat yang gelap dan satu di tempat yang terang. Hal yang terjadi dalam pengamatan selama 20 menit di tempat yang terang yaitu 5 menit pertama menghasilkan 12 gelembung, 5 menit kedua meghasilkan 42 gelembung, 5 menit ketiga menghasilakn 28 gelembung, 5 menit terakhir menghasilkan 32 gelembung sehingga dalam waktu 20 menit menghasilkan 114 gelembung. Percobaan di tempat yang gelap 5 menit pertama menghasilkan 3 gelembung, 5 menit kedua tidak menghasilkan gelembung, 5 menit ketiga menghasilkan 1 gelembung, 5 menit terakhir tidak menghasilkan gelembung, sehingga dalam waktu 20 menit hanya menghasikan 4 gelembung. Hal ini terjadi karena pengaruh cahaya. Semakin banyak cahaya yang diterima maka gelembung gas yang dihasilkan akan banyak dan semakin sedidkit cahaya yang diterima gelembung yang diterima juga akan sedikit.
V.
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Fotosintesisi yaitu proses penuyusunan zat organik (karbohidrat atau glukosa) dari zat anorganik (C02 dan C02) dengan bantuan energi matahari. Proses fotosintesis terbagi menjadi dua yaitu reaksi gelap dan reaksi terang. Dalam proses fotosintesis ketersediaan cahaya sangatlah penting. Hal ini karena syarat fotosintesis salah satunya adalah cahaya. Cahaya matahari langsung akan membentuk amilum dari hasil fotosintesis. Semakin besar cahaya yang diterima oleh tumbuhan maka proses fotosintesis akan semakin cepat dan semakin kecil cahaya yang diterima oleh tumbuhan makan fotosintesis akan semakin lambat.
5.2. Saran
Dalam melakukan pratikum diharapkan praktikan lebih menjaga adab sopan santun kepada asisten dosen dan sesamaa praktikan, membuat keadaan praktikum yang kondusif, berhati-hati dalam memperlakukan alat-alat praktikum, dan membersihkan peralatan serta tempat praktikum setelah kegiatan praktikum selesai.
DAFTAR PUSTAKA
Benjamin. 2011. Fotosintesis. Pdf. http://www.vet.edu.ar/html/areas/Biologia%20celular%20y%20sistematica/documentos/2011/fotosintesis1.pdf. Diakses pada 23 November 2017.
Campbell. 2002. Biologi jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Dwijoseputro, 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Kimball, Jhon W. 1998. Biologi jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Letus. 2016. Biologi Untuk Sma Kelas Xii Ipa. Odows Photograph. Palangka Raya.
Rose. 1995. Fisiolo gi Tumbuhan Jilid 2. ITB. Bandung.
Sasmitamihardja. 1996. Fisiologi Tumbuhan . Dedikbud. Bandung.
Setyowati, Ninik. 2011. Pengaruh Intenitas Cahaya dan Media Tanaman Terhadap Pertumbuhan Bibit Rosell. Jurnal Agrivigo. ISSSN 1412-2286. Vol. 10 (2). 221.
Syamsuri. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta.
Tim Pengajar Biologi Umum. 2017. Biologi Umum. FC Ramadhan. Palangka Raya.
Zubaidah. 2017. Metabolisme Sel. Agroteknologi. Palangka Raya.













Komentar
Posting Komentar