MEKANISASI PERTANIAN

ALAT-ALAT MESIN PERTANIAN

AGROOTOMOTIF

AGROTEKNOLOGI 17

BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA







   MAKALAH MEKANISASI PERTANIAN

 

TRAKTOR BESAR

 

 

 

 

 

Oleh:

KELOMPOK I

 

EGA INDAH MAWARNI

CAA 117 002

ATMI MUSTIKA

CAA 117 006

KRIS MONICA

CAA 117 008

DEVI CERITASARI

CAA 117 012

JESSICA ELBERTA

CAA 117 014

YULIA KATHRIN

CAA 117 018

ANGGIE YULIATI

CAA 117 022

ASMARA

CAA 117 024

YOKEBET KARTIKA SANDRA

CAA 117 026

DOLVIN

CAA 117 030

YUNIEL M. ZENDRATO

CAA 117 034

RIZA FAHLIFI

CAA 117 038

DINDA KARENINA

CAA 117 040

ERNESTO MAYER SIHALOHO

CAA 117 048

M. KHIFZI KHATAMI

CAA 117 054

BAYU PRADANA

CAA 117 064

ROYA SIMANJUNTAK

CAA 117 078

DION SIMBOLON

CAA 117 088

OVELIA NADYA KRISTIN G. L

CAA 117 102

 

 

 

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

2020

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Azza wa Jalla yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mata kuliah Mekanisasi Pertanian dengan judul “TRAKTOR BESAR”.

Makalah yang berjudul TRAKTOR BESAR’ ini berisi definisi dari traktor, sejarah traktor, definisi traktor besar, mekanisasi traktor besar, sistem kemudi traktor besar, bagian-bagian traktor besar, bahan bakar traktor besar, dan lain-lain.

Seperti makalah pada umumnya, penulis berharap agar keberadaan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi setiap pembaca, selain itu tak lepas dari kesalahan baik informasi yang disampaikan maupun tata cara penulisan maka dari itu penulis akan menerima saran dan kritik yang bersifat membangun agar pada penulisan selanjutnya dapat lebih baik lagi.

 

Palangka Raya,   27  Mei  2020

Penulis


DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR..................................................................................        ii

DAFTAR ISI................................................................................................        iii

I.            PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang............................................................................        1

1.2.  Rumusan Masalah.......................................................................        3

1.3.  Tujuan Pembahasan....................................................................        4

II.          ISI.......................................................................................................        5

2.1.  Pengertian Traktor dan Jenis-jenis Traktor Besar.....................        5

2.2.  Sejarah Traktor...........................................................................        6

2.3.  Traktor Besar..............................................................................        8

2.4.  Bagian-bagian Traktor Besar......................................................      10

2.5.  Jenis – jenis  Traktor Besar........................................................      13

2.6.  Manfaat Traktor Besar................................................................      14

2.7.  Sistem penyaluran Tenaga dan Pembakaran Traktor Besar......      15

2.8.  Mekanisasi dan Cara Mengoperasikan Traktor Besar...............      17

2.9.  Cara Perawatan  Traktor Besar...................................................      19

2.10.   Produsen Pembuat Traktor .............................................               21

III.        PENUTUP

3.1.  Kesimpulan.................................................................................      24

3.2.  Saran...........................................................................................      24

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

I.            PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

Seiring dengan banyaknya isu globalisasi, akhir-akhir ini semakin marak terdengar pendapat sejumlah petinggi negara yang menyatakan perlunya modernisasi sektor pertanian. Salah satu sarana yang dianggap sebagai suatu kebutuhan atau jalan untuk mencapai tujuan tersebut adalah penerapan mekanisasi pertanian. Mekanisasi pertanian tidak hanya sekedar traktorisasi saja, melainkan dalam pengertian Agricultural Engineering, mekanisasi pertanian didalamnya mencakup aplikasi teknologi dan manajemen penggunaan berbagai jenis alat mesin pertanian, yakni mulai dari pengolahan tanah, tanam, penyediaan air, pemupukan, perawatan tanaman, pemungutan hasil sampai ke produk yang dipasarkan. Dengan demikian mekanisasi pertanian diharapkan dapat meningkatkan derajat dan taraf hidup petani, kuantitas dan kualitas produksi pertanian, serta mempercepat transisi bentuk ekonomi Indonesia dari sifat Agraris menjadi sifat Industri (Wijayanto, 2002). Alat mesin pertanian sudah sejak lama digunakan di Indonesia, terutama di daerah perkebunan. Awal penggunaan alat dan mesin pertanian secara besar-besaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh PN Mekatani sekitar tahun 60-an. Namun terjadi kegagalan yang disebabkan masalah teknis dan manajemen. Di Indonesia terdapat dua sistem mekanisasi yaitu sistem kepemilikan dan sistem pelayanan jasa. Di daerah Jawa dan Sulawesi selatan telah banyak petani yang memiliki alat pertanian, karena telah berpengalaman, menguasai teknik mekanik, dan berkemampuan dalam pengelolaan (Aldillah, 2016).

  Pengolahan tanah merupakan manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi tanaman. Tujuan utama dari pengolahan tanah adalah menciptakan kondisi tanah yang paling sesuai untuk pertumbuhan tanaman dengan usaha yang seminimun mungkin.Pengolahan tanah tidak hanya merupakan kegiatan lapang untuk memproduksi hasil tanaman, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan lainnya seperti penyebaran benih (penanaman bibit), pemupukan, perlindungan tanaman dan panen.Tujuan khusus pengolahan tanah yaitu : a) Menciptakan struktur tanah yang baik; b)Mengolah tanah agar berkemampuan baik menahan curah hujan memperbaiki aerasi dan memudahkan perkembangan akar; c) Meningkatan kecepatan infiltrasi akan menurunkan run off dan mengurangi bahaya erosi; d) Menghambat atau mematikan tumbuhan pengganggu; e)  Menambah kesuburan tanah; f) Membalik dan mempertebal topsoil tanah; g) Meletakkan pupuk ke dalam tanah; h) Mengurangi penguapan air yang berasal dari tanah; i) Mencegah erosi.Pekerjaan pengolahan tanah dapat dibagi menjadi pengolahan tanah pertama dan pengolahan tanah kedua. Peralatan pengolahan tanah pertama adalah bajak (bajak singkal (moldboard plow), bajak piring (disk plow), bajak pisau berputar (rotary plow), bajak chisel (chisel plow), bajak subsoil (subsoil plow), bajak raksasa (giant plow)). Alat pengolah tanah kedua antara lain alat penghancur/penghalus tanah (rotary teller) garu (harrow), perata dan penggembur (land roller dan pulverizer), dan alat pembedang (ridger) (Habiby, 2013).

Mekanisasi  pertanian  dalam  arti  luas  bertujuan  untuk  meningkatkan  produktifitas  tenagakerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi.Penggunaan alatdan  mesin  pada  proses  produksi  dimaksudkan  untuk  meningkatkan  efisiensi,  efektifitas,produktifitas,  kualitas  hasil,  dan  mengurangi  beban  kerja  petani. Traktor adalah kendaraan yang didesain spesifik untuk keperluan fraksi tinggi  pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian.Untuk mengolah tanah persawahan  yang  begitu  luas  dengan tujuan untuk memperoleh produktivitas tanah yang optimal maka diperlukan traktor untuk memperlancar pengolahan  dan  mengefisienkan  tanah tersebut. Menurut Mulyono Hardjosentono (1987), bahwa salah satujenis alat pertania yang  banyak digunakan oleh petani khususnya dalam pengolahan tanah adalah traktor, sasaran  utamanya adalah memperbaiki dan memperpendek waktu pengolahan tanah. Traktor terbagi menjadi beberapa jenis yaitu a). Traktor roda dua atau traktor tangan (power tiller/hand tractor) adalah mesin pertanian yang dapat  dipergunakan  untuk  menngolah  tanah  dan  lain-lain  pekerjaan pertanian  dengan  alat  pengolah  tanahnya  digandengkan/dipasang  di  bagian  belakang mesin. Mesin ini mempunyai efesiensi tinggi, karena pembalikan dan  pemotongan tanah  dapat  dikerjakan  dalam  waktu  yang  bersamaan; b). Traktor roda empat merupakan suatu peralatan yang diciptakan oleh manusia yang sangat bermanfaat untuk membantu meringankan tugas manusia terutamanya pada kegiatan-kegiatan dibidang pertanian (Yunus, 2017).

Traktor besar memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang operasional pertanian, saat ini hampir seluruh petani di Indonesia beralih ke penggunaan traktor. Manfaat dari traktor besar ini bagi pertanian yaitu a). Membantu pekerjaan lebih cepat dibandingkan mengolah tanah dengan menggunakan hewan ternak ataupun cangkul. Efektivitas dari mesin traktor ini mampu mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan pertanian; b). Mudah untuk digunakan dan praktis, selain unggul dalam hal efektif waktu, mesin ini mudah digunakan dan praktis dalam pengoperasiannya;c). Hasil dari traktor dalam mengolah tanah lebih baik, dibandingkan dengan cara pengolahan tanah secara manusal. Penggunaan mesin traktor ini lebih memiliki hasil yang lebih baikuntuk tanah yang akan digunakan dalam penanaman. Tanah yang diolah lebih gembur dan memungkinkan bibit tanaman ditanam bertumbuh subur serta didukung dengan pemanfaat pupuk organik, maka tanah akan lebih berkualitas, mengandung humus dan layak untuk dijadikan lahan pertanian; d). Mampu mengurangi biaya produksi, untuk segi biaya penggunaan traktor realtif lebih terjangkau.

 

1.2.    Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dari makalah ini yaitu :

1.           Bagaimana cara mengoperasikan traktor besar?

2.           Bagaimana mengetahui sistem penyaluran tenaga pada traktor besar?

3.           Bagaimana mengetahui cara pengoperasian traktor besar?

4.           Siapa produsen atau pembuat traktor besar?

 

 

 

1.3.    Tujuan Pembahasan

    Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :

1.           Untuk mengetahui cara mengoperasikan traktor besar.

2.           Untuk mengetahui sistem penyaluran tenaga traktor besar.

3.           Untuk mengetahui cara perawatan traktor besar.

4.           Untuk mengetahui siapa produsen pembuat traktor besar.

 

 

 


 

II.          ISI

2.1.      Pengertian Traktor dan Jenis-Jenis Traktor

Pemanfaatan dan penggunaan teknologi di bidang pertanian semakin meningkat. Terutama dalam pengolahan lahan yang mana digunakan untuk mendapatkan hasil yang baik secara efektif dan efisien. Salah satu teknologi yang digunakan adalah traktor. Definisi dari traktor itu sendiri adalah alat teknologi pengolah lahan bermesin traksi yang dapat digunakan untuk memecah, membalik, dan menggembur kantanah (Fadilladkk, 2018). Traktor dapat digunakan di segala bidang yang berkaitan dengan pengolahan tanah, sehingga banyak orang yang menggunakan traktor untuk kinerja yang lebih produktif.

Petani yang pada awalnya mengolah lahan secara manual dengan menggunakan cangkul, perlahan diganti dengan mesin traktor. Banyak faktor yang membuat petani untuk memilih mesin traktor sebagai alat pengolah lahan. Penggunaan mesin traktor sangat membantu kegiatan pertanian, seperti tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak, hemat akan waktu, dapat mengolah lahan dalam skala besar/luas, dan hasil olahan lahan yang baik serta lain sebagainya. Tidak hanya mengubah cara mengolah lahan, mesin traktor juga digunakan sebagai alternatif terbaik dalam setiap kegiatan pengolahan lahan (Nurmayanti dkk, 2017).

Secara umum, penggunaan traktor dikategorikan berdasarkan jenisnya yaitu: a) Traktor tangan (roda dua) merupakan traktor pertanian yang hanya mempunyai sebuah poros roda (roda dua) yang dapat dipergunakan untuk mengolah tanah dan pekerjaan pertanian dengan alat pengolah tanahnya digandengkan/dipasangkan di bagian belakang mesin. Mesin ini mempunyai efisiensi tinggi, karena pembalikan dan pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor roda dua merupakan mesin serbaguna karena dapat juga berfungsi sebagai tenaga penggerak untu kalat-alat lain seperti pompa air, alat prosesing, dangan dengan (trailer). Tenaga penggerak yang diperlukan untuk mengoperasikan traktor roda dua berasal dari pembakaran solar. Selain dengan menggunakan bahan bakar alternative untuk meningkatkan kualitas kinerja pada traktor roda dua, dapat pula dilakukan pengefesienan penggunaan bahan bakar pada traktor (Mardinata dan Zulkifli, 2014); dan b) Traktor roda empat adalah suatu peralatan mesin yang diciptakan untuk meringankan pekerjaan manusia yang bermanfaat terutama pada kegiatan-kegiatan dibidang pertanian. Traktor roda memiliki mesin berdaya gerak sendiri berupa motor diesel, beroda empat (ban kareta atau ditambah roda sangkar dari baja) yang mempunyai tiga titik gandeng, berfungsi untuk menarik, menggerakkan, mengangkat, mendorong alat dan mesin pertanian serta sebagai sumber daya penggerak. Umumnya memiliki motor penggerak yang lebih besar dan sering digunakan untuk penyiapan padalahan  pertanian. Traktor tersebut dapat dengan penggerak 2WD atau 4WD sebagai traksi yang sangat besar untuk traktor tersebut (Trisnawahyudi, 2012).

 

2.2.  Sejarah Traktor

Sejarah  traktor dimulai pada abad ke-18, motor uap barhasil diciptakan dan pada permulaan abad ke-19 traktor dengan motor uap mulai diperkenalkan, sementara itu penelitian untuk membuat motor bakar internal mulai sekitar tahun 1800. Antara 1800-1860 banyak motor bakar internal yang dibuat, tetapi satupun belum ada yang memuaskan.

Beau de Rochas, insinyur perancis memberikan sumbangan pemikiran yang besar pada perkembangan traktor yang ada sekarang. Pada tahun 1862 ahli tersebut mengemukakan teori untuk mendapatkan motor bakar internal yang efisien, dimana harus memenuhi 4 syarat yaitu: 1) volume silinder sebesar mungkin dengan luas permukaan sekecil mungkin; 2) kecepatan torak sebesar mungkin; 3) tekanan sebesar mungkin pada permulaan ekspansi; 4) ekspansi sebesar mungkin.

Beau de Rochas menambahkan harus ada 4 langkah dari torak di dalam silinder yaitu langkah pemasukan, pemampatan, penyaluran daya dan pembuangan. N.A. Otto pada tahun 1876 dari Jerman berdasarkan teori Beau de Rochas berhasil menciptakan hak paten untuk motor bakar internal bensin. Selanjutnya pada tahun 1898, Rudolph Diesel yang juga berasal dari Jerman berhasil membuat motor diesel.

Secara kronologis perkembangan traktor pertanian adalah sebagai berikut:

Tahun 1858

Traktor motor uap beroda besi oleh J.W. Fawkes dengan alat luku 8 singkal dan kecepatan 4,5 km/jam.

Tahun 1868

Standisk Steam Plow dengan bajak berputar dan alat tanam

Tahun 1873

Traktor beroda rantai yang pertama dari parvin

Tahun 1876

N.A. Otto mendapatkan paten untuk motor bakar intenal (bensin)

Tahun 1889

Paling sedikit ada satu perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi traktor dengan motor bakar internal

Tahun 1910-1919

Ada 5 sampai 6 perusahaan yang memperoduksi traktor di Amerika Serikat. Traktor pertanian dilengkapi dengan gigi (gear) yang tertutup dan bearing anti gesekan. Traktor kecil dan ringan diperkenalkan. Traktor tanpa kerangka landasan dibuat pertama kali. Introduksi dari P.T.O. (Power Take Off) dan Undang-undang pengujian traktor di Nebraska

Tahun 1920-1924

Penggunaan traktor serba guna (all purpose traktor)

Tahun 1930-1937

Penggunaan motor diesel pada traktor berukuran besar. Penggunaan ban karet pada traktor dengan kecepatan yang lebih besar.

Tahun 1937-1949

Penggunaan tiga-titik ganden (three point linkage/hitch) dan kontrol hidrolik pada alat-alat yang ditarik. Sistem penyundutan dengan sumber daya baterai mulai populer. Penggunaan P.T.O. yang hidup mulai digunakan dan penggunaan traktor tangan dan kebun mulai berkembang pesat.

Tahun 1950-1960

Traktor dengan daya lebih besar berkembang pesat. Traktor dengan motor diesel berkembang dan menggantikan traktor dengan motor bensin. Traktor dengan power steering  transmisi otomatis dengan gigi (gears) lebih banyak tersedia.

Tahun 1961-1970

Daya traktor lebih besar meningkatkan pemakaiannya. Semua traktor yang berukuran besar telah menggunakan motor diesel. Penyempurnaan desain dan peningkatan efisiensi serta usaha-usaha penyeragaman (standardization). Perkembangan traktor ke arah kenyamanan dan keamanan.

Tahun 1971-1979

Penggunaan “turbo charger” pada motor diesel dengan pendingin sendiri. Penggunaan “Cab”  pada traktor-traktor berukuran besar. Penggunaan traktor “4 wheel drive” meningkat.

 

Perkembangan selanjutnya adalah ke arah kenyamanan, keamanan serta pengontrolan jarak jauh. Traktor dikembangkan tanpa operator dengan pengendalian ultrasonic echo ranging steer dan penggunaan sel-sel listrik yang menyadap sinar matahari sebagai sumber daya untuk traktor akibat krisis bahan bakar.

Di Indonesia sendiri mekanisasi dimulai sejak 1914 diperkebunan gula tebu di Sidoarjo kemudian berkembang dari perkebunan ke kehutanan. Pada tahun 1946 pemerintah mulai melakukan percobaan mekanisasi pertanian di dataran Sekom Pulau Timur dan pada tahun 1951 sampai 1970 pemerintah berusaha mencetak kader-kader mekanisasi dan pada tahun 1970 berhasil mencetak lulusan pertama Fatemeta IPB. Penggunaan traktor kecil dan besar pada tahun 1970-an mulai berkembang di Indonesia. Traktor tersebut semuanya masih diimpor. Pada periode  1980-an ada beberapa perusahaan di Indonesia mulai memproduksi traktor tangan dengan konstruksi sederhana dan harga yang murah dengan desain yang dicontoh dari Jepang maupun IRRI di Philipina.

2.3.      Traktor Besar

(Gambar Traktor Besar)

Traktor besar merupakan alat penghela yang memiliki fungsi seperti traktor lainnya yaitu untuk menghela sesuatu, jadi traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela. Traktor didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk menarik trailer atauinstrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Traktor besar digunakan dalam bidang pertanian biasanya untuk pengolahan tanah, untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanianTraktor besar bisa juga disebut dengan traktor yang mempunyai Empat Roda yaituTraktor ini merupakan traktor empat roda dengan daya berkisar >50pkdimana dalam mengoperasikannya atau mengendarai sama dengan mengendarai mobil yang dilengkapi dengan stir kemudi sebagai pengendali arah dengan operator duduk. Pada traktor empat roda dilengkapi dengan poros PTO (Power Take Of) sehingga untuk kepentingan tertentu seperti tenaga untuk memutar bajak rotary dapat diambilkan langsung dari putaran poros mesin.traktor roda empat adalah mesin berdayagerak sendiri berupa motor diesel, beroda empat (ban karet atau ditambah roda sangkar dari baja; mempunyai tiga titik gandeng, berfungsi untuk menarik,menggerakkan, mengangkat, mendorong alat dan mesin pertanian dan juga sebagai sumber daya penggerak.Traktor roda empat secara mendasar terdiri dari bagian-bagian utama yaitu  Enjin (engine),Alat untuk penyaluran tenaga (power transmission device), Alat untuk bergerak (running device),Alat untuk kemudi (steering device), dan Alat untuk bekerja (working device)(Erniyati,2004).


 

2.4.      Bagian-bagian  Traktor Besar dan Fungsinya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5IhOCbr2-swqzmxS6RI6s-jM3uX7iUqhmIQlnfwRjcYtXjOMW0Xs4Hc1FZIeKgM_lUugF_2zcZg6plAqbe7fmo_lvof9uYKP81cQ5Nm3r498L9_JLm6AAVJW_4v2cXLCPHAg7XkPP35E/s1600/KOMPONEN+TRAKTOR.png

(Sumber: traktor dan sparepart traktor.blogspot.com)

Fungsi dari bagian-bagian traktor besar, yaitu:

1.           Front wheel

Roda depan pada trakto rmemilik iukuran yang lebih kecil dibandingkan denganrodabelakangnya, karena roda depan berfungsi sebagai roda kemudi. Roda depan yang lebih kecil membantu penglihatan pengemudi saat melakukan manuver dan membantu traktor dalam menjaga keseimbangan serta memberikan tenaga tarikan yang lebih besar.

2.           Fuel tank cup (tutup tangki bahan bakar)

Tutup dari tangki bahan bakar berfungsi untuk mencegah kotoran, serpihan, dan debu masuk kedalam tangki gas.Komponen traktor ini juga menangkap dan menggunakan kembali bahan bakar yang menguap dari tangki gas.

3.           Accelerator pedal (pedal akselerasi)

Pedal akselerasi digunakan untuk mengatur jumlah udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin, sehingga berpengaruh pada kecepatan.

4.           Brake pedal (pedal rem)

Pedal rem adalah komponen traktor berbentuk pedal yang ditekan dengan kaki untuk membuat kendaraan menjadi lebih lambat atau berhenti dengan cara menerapkan tekanan optimal yang diperlukan.

 

 

5.           Steering wheel (setir)

merupakan komponen traktor yang berupa system kemudi yang Setir mengubah rotasi roda kemudi menjadi gerakan sedemikian rupa.

6.           Hydraulic control lever (tuas control hidraulik)

sistem control hidrolik pada traktor digunakan untuk mengatur pengangkatan daya dengan actuator hidrolik dan katup control utama.

7.           Turn Signal Lamp (lampu sinyal)

Komponen traktor yang satu ini digunakan untuk meningkatkan visibilitas kendaraan, memungkinkan pengemudi lain untuk melihat keberadaan, posisi, ukuran, dan arah perjalanan.

8.           Lift Arm

Lift Arm merupakan komponen traktor yang termasuk dari bagian three point hitch pada traktor yang dikendalikan menggunakan system hidraulik yang dapat melakukan gerakan mengangkat, menurunkan, dan memiringkan lengan.

9.           Rear Tire

Roda belakang pada traktor merupakan kekuatan utama traktor yang dapat melewati zona yang berat tanpa gangguan dan merupakan sumber keseimbangan dari traktor saat menggunakan implement.

10.        Instrument Panel

Komponen traktor Instrument panel berguna untuk memberikan informasi kepada pengemudi mengenai traktor yand dikemudikannya. Instrument panel menyediakan informasi mengenai kecepatan, jarak, panas, bahan bakar, dll.

11.        Clutch Pedal (pedal kopling)

Pedal kopling diinjak untuk meneruskan atau memutuskan aliran mesin ke system penggerak.

 

12.        Step

Step merupakan komponen traktor yang digunakan untuk memudahkan langkah saat masuk dan keluar dari traktor

13.        Seat

Seat merupakan tempat duduk yang terdapat pada kabin  traktor.

14.        Rear Axle Housing

Rear Axle merupakan komponen traktor yang terletak di antara roda  penggerak dan gigi  diferensial serta daya pancar dari diferensial ke roda penggerak.

15.        Side Clearance

Side clearance merupakan  suatu celah samping yang terdapat pada ring piston.

16.        Engine Hood

Engine hood digunakan untuk menutupi mesin traktor, radiator, dan komponen sensitive lainnya.

17.        Fan Cover

Fan cover merupakan penutup kipas, agar kipas lebih tidak mudah  kotor dan lebih terlindungi.

18.        Muffler

Muffler merupakan komponen traktor yang berbentuk tabung  berlubang yang dirancang untuk memantulkan gelombang suara yang dihasilkan oleh mesin untuk meminimalkan kebisingan.

19.        Fuel Tank

Komponen traktor yang satu ini digunakan sebagai tempat menyimpan bahan bakar pada traktor.

20.        Throttle Lever

Tuas gas merupakan komponen traktor yang digunakan oleh pengemudi untuk mengatur jumlah bahan bakar yang disediakan untuk mesin.

21.        Main Speed Change Lever

Tuas yang digunakan untuk mengubah gigi pada traktor.

22.        Fender

Komponen traktor yang berguna untuk mencegah pasir, lumpur, batu, cairan, dan kotoran di jalan lainnya agar tidak terlempar ke udara dan mengenai bagian traktor lainnya.

2.5.      Jenis-jenis Traktor Besar

Berdasarkan jenis rodanya, traktor dapat digolongkan menjadi:

A.          Traktor satu gardan (two wheel-drive tractor/rowcroptractor)

Traktor satu gardan banyak digunakan di perkebunan kecil yang membudidayakan tanaman larikan seperti ; kentang kobis.Traktor ini mempunyai sudut putar yang kecil, lebar roda tipis danjarak antar roda kiri dan kanan dapat diatur. Umumnya daya yangdigunakan tidak terlalu besar, sekitar 22 – 33 kw (30 – 45 hp).

 

Gambar. Traktor Roda Empat satu Gardan

 

B.          Traktor Beroda Track

Traktor beroda track banyak digunakan di perkebunan yang luas atau di perkebunan yang masih baru, yang lahannya belum tertata.Daya penggerak yang biasa digunakan antara 52 – 110 kW (70 –32 150 hp). Traktor ini tidak bisa digunakan di jalan raya, hanyadigunakan pada kebun yang satu ke kebun yang lain. Kecepatanjalannya rendah, namun mempunyai daya tarik yang tinggidan dapat digunakan pada kondisi ahan yang berat. Karenalebar rodanya besar maka daya tumpu ke tanah menjadi kecil,sehingga traktor ini dapat digunakan pada lahan yang lembektanpa takut tenggelam/slip.

 

Gambar. Traktor Rantai (crawler)

 

2.6.      Manfaat Traktor Besar

Pada saat ini traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya.Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian. Dari asal katanya, traktor berarti alat peghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut. Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela. Dari sejarahnya, traktor memang dirancang awalnya untuk mengganti hewan hela dengan mesin yang lebih kuat (Santosa, 2007).

Secara garis besar, manfaat traktor roda empat yaitu, a). Menarik dan menggerakkan alat pengolah tanah, b.  Menarik mesin penanam (transplanter), c). Menarik mesin pemupuk, d). Menarik mesin penyemprot, boom sprayer, e). Menarik trailer, f). Penggerak mesin lainnya.

2.7.      Sistem Penyaluran Tenaga dan Pembakaran Traktor Besar










  Traktor adalah kendaraan khusus dirancang untuk memberikan tinggi traksi (atau torsi) pada kecepatan lambat, untuk keperluan pengangkutan sebuah trailer atau mesin yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi . Paling umum, istilah ini digunakan untuk menggambarkan pertanian kendaraan yang menyediakan tenaga dan traksi untuk memekanisasi tugas pertanian, khususnya (dan awalnya) pengolahan tanah tetapi sekarang berbagai macam tugas. Pertanian mengimplementasikan dapat ditarik di belakang atau dipasang pada traktor, dan traktor juga dapat menyediakan sumber daya jika menerapkan adalah mekanik. Penggunaan lain istilah umum, " unit traktor ", menggambarkan unit daya dari truk trailer-semi (truk diartikulasikan).

A.          Sistem Penyaluran Tenaga






Text Box: Gambar 1. Sistem transmisi traktor roda empat


Text Box: Gambar 2. Efisiensi penyaluran daya pada traktor

 

Fungsi sistem penyaluran tenaga adalah untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, poros PTO, pompa hidraulis untuk menggerakan three point hitch, dan lain-lain pada berbagai tingkat putaran. Sistem transmisi traktor dilengkapi dengan diferential gear dan diferential lock. Diferential gear adalah roda gigi yang menjadikan kedua sisi roda (kanan dan kiri) berputar dengan kecepatan yang berbeda. Hal ini dimungkinkan untuk kemudahan berbelok; jika ingin berbelok ke kanan, maka roda sebelah kanan akan berputar dengan kecepatan lebih rendah dari roda seelah kiri, begitu pula sebaliknya. Sedangkan diferential lock adalah alat yang menjadikan kedua sisi roda berputar secara bersamaan bila salah satu roda mengalami selip. Untuk kebutuhan kendali dan memudahkan berbelok, umumnya kedua sisi roda tidak berputar secara bersamaan.

B.          Alat dan Sistem Penyaluran Tenaga

a)       Shaft, drive shaft atau axle shaft adalah komponendalam sistem transmisi yang membuat rodaberputar. Salah satu ujung poros drive shaftterhubung ke sistem transmisi dan ujunglainnya terhubung ke roda.

b)       Transmisi sabuk-puli (belt and pulley), jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan transmisi langsung. Dalam haldemikian, cara transmisi putaran atau daya yanglain dapat diterapkan, di mana sebuah sabuk luwesdibelitkan sekeliling puli pada poros.Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-Vkarena mudah penanganannya dan harganyapun murah.Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 sampai 20 (m/s) pada umumnya, dan maksimum sampai 25 (m/s). Dayamaksimum yang dapat ditransmisikan kurang lebihsampai 500 (kW).Sabuk-V terbuat dari karet danmempunyai penampang trapesium.Sabuk-V dibelitkan di keliling alurpuli yang berbentuk V pula. Bagiansabuk yang sedang membelit pada puliini mengalami lengkungan sehingga lebarbagian dalamnya akan bertambah besar.

c)       Sprocket dan chain, Transmisi rantai-sproket digunakan untuk transmisitenaga pada jarak sedang. Kelebihan dari transmisi inidibanding dengan transmisi sabuk-puli adalah dapatdigunakan untuk mennyalurkan daya yang lebih besar.

d)       Kopling (Clutch), adalah elemen mesin yang berfungsi sebagaipenerus putaran dan daya dari poros penggerakke poros yang digerakkan.

e)       Roda gigi, transmisi daya dengan roda gigi mempunyaikeuntungan, diantaranya tidak terjadi slip yangmenyebabkan speed ratio tetap, tetapi seringadanya slip juga menguntungkan, misalnya pada banmesin (belt) , karena slip merupakan pengaman agarmotor penggerak tidak rusak.

Alat untuk penyaluran tenaga,  berfungsi menyalurkan tenaga dari enjin menuju roda, poros pto, pompa oli untuk menggerakkan tiga-titik gandeng (thre- point linkage/hitch), dan lain-lainnya, pada berbagai tingkat kecepatan putaran.Penyaluran tenaga ke roda, mirip dengan yang ada pada mobil, yaitu memiliki urutan dari enjin kopling - gigi kecepatan - gigi diffrensial - poros roda. Karena traktor bergerak dengan kecepatan yang sangat bervariasi, mulai dari 0,3 hingga 10 km/jam di lahan, dan 15-24 km/jam di jalan raya, jumlah gigi perubahan kecepatan umumnya bervariasi dari 6 hingga 12, atau lebih. Gigi differensial dapat dikunci dengan diffrential lock, ini akan membuat kedua roda penggerak berputar bersamaan bila salah satu roda mengalami slip. Blok enjin dan sistem transmisi biasanya menjadi satu sebagai badan utama traktor, maka dia dibuat dengan konstruksi yang sangat kuat.

 

2.8.       Mekanisasi dan Cara Pengoperasian Traktor Besar

 Mekanisasi traktor adalah penggantian dari penggunaan tenaga manusia atau hewan dalam pengolahan lahan menggunakan tenaga mesin. Berikut ini adalah bagian-bagian dari traktor dan cara pengoperasiannya.



 

 

 

 

 

 


 




a.           Cara Menghidupkan Mesin Traktor

1.            Duduklah yang baik ditempat duduk

2.            Pasang rem parkir

3.            Semua tongkat pengatur harus pada posisi netral

4.            Masukkan kunci kontak dan putar ke kanan ke arah “on” lihatlah apakah lampu penunjuk tekanan oli sudah menyala

5.            Injak penuh pedal kopeling dan putar kunci kontak ke kiri ke arah “preheater” selama kurang lebih 10-20 detik. Perhatikan apakah indikator pemanas pendahuluan berpijar yang menandakan ruang bakar sudah cukup dipanaskan.

6.            Putar kunci kontak ke arah kanan ke posisi “start”, maka starter motor akan memutar mesin. Setelah mesin hidup segera lepaskan kunci kontak sehingga kunci kontak akan kembali ke posisi ”on” dengan sendirinya.

7.            Setelah mesin hidup lampu pengontrol tekanan oli harus padam, bila tetap menyala, matikan segera mesin dan periksa sistem pelumasan 

 

b.           Menjalankan Traktor (Simple Driving)

1.            Injak penuh pedal kopling

2.            Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan tongkat pengubah kecepatan PTO ke kecepatan yang diinginkan.

3.            Lepaskan rem parkir

4.            Tingkatkan akselerasi mesin dengan menggunakan handel atau pedal akselerasi

5.            Lepaskan pedal kopling perlahan-lahan dan traktor akan mulai bergerak.

 

 

 

 

c.            Mengoperasikan pada saat pengolahan lahan

1.            Pasang bajak sesuai kebutuhan (bajak Singkal atau rotary)

2.            Naikkan Putaran Mesin pada kecepatan konstan dengan menggunakan tuas akselerasi tangan

3.            Injak kopling, masukkan gigi rendah dan tuas putaran rotari

4.            Lepaskan kopling secara perlahan-lahan

5.            Jalankan sesuai arah yang diinginkan

6.            Bila melakukan pembelokan implement harus diangkat untuk mengindari kerusakan/ patah pada implement.

 

d.           Menghentikan Traktor

1.            Kurangi kecepatan mesin

2.            Injaklah kedua pedal kopeling dan rem, maka traktor akan berhenti.

3.            Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan PTO ke posisi netral dan lepaskan pedal kecepatan.

4.            Hubungkan kembali pengunci pedal kiri dan kanan kemudian rem parkir.

 

2.9.      Cara PerawatanTraktor Besar

Cara perawatantraktorbesar, yaitu :

a.           Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)

Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan kendur akan mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Bagian-bagian traktor akan bisa lepas atau patah.

b.           Memeriksa V-belt (25 jam kerja)

Ketegangan V-belt harustepat. Belt yang dipakai cukup lama akan mengembang sehingga belt akan kendur. Belt yang kendur akan menimbulkan slip, sedang yang terlalu kencang akan mudah rusak dan menghambat putaran mesin.

c.           Memeriksa bahan bakar

Tangki harus terisi cukup bahan bakar.Tangki yang kosongakan mengakibatkan udara masuk kesaluran bahan bakar, sehingga traktor susah dihidupkan. Tangki yang dibiarkan kosong pada saat traktor disimpan akan mengakibatkan terjadinya pengembunan. Lama kelamaan air hasil pengembunan akan semakin banyak tertampung di dalam tangki. Apabila air ini masuk ke dalam ruang pembakaran akan dapat merusak motor. Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari selang penduga yang berada di samping tangki bahan bakar.

d.           Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)

Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih.Bahan bakar yang kotoran akan menyumbat lubang nozel. Kotoran yang mengendap biasanya diperiksa pada mangkuk gelas.Untuk memeriksa elemen saringan, kran bahan bakar harus ditutup terlebih dahulu, sebelum membuka mangkuk gelas.

e.           Memeriksa saringan udara

Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang dihisap motor relative kotor. Saringan udara harus dalam kondisi baik, agar dapat menyaring udara dengan sempurna.Saringan udara traktor tangan banyak yang menggunakan tipe basah.Saringan dibuka dan diperiksa kebersihan saringan kawat serta ketinggian permukaan dan kebersihan oli.

f.            Memeriksa system pendingin

Biasanya motor traktor menggunakan system pendingin air sebagai pendingin, baik tipe radiator maupun kondesor. Periksa keberadaan air dan kebersihan ram radiator.

g.           Memerika tuas kendali/kontrol

Seluruh tuas kendali/control harus beroperasi dengan baik.Dengan beroperasinya tuas control dengan baik, operator dapat mengoperasikan dengan baik pula. Ada beberapa tuas kontrol yang bisa diatur gerak bebasnya, seperti: Kopling utama, rem, kopling kemudi, dan gas.

h.           Memeriksa tekanan ban

Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau kempes.Tekanan kedua ban juga harus sama.

i.            Memeriksa system pelumasan

Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak timbul gesekan dan panas. Ada beberapa bagian dari traktor tangan yang perlu dilumasi, yaitu :Bagian dalam motor. Oli motor ditampung dalam karter, dan dapat diperiksa dengan tongkat penduga. Cukup tidaknya dan kotor tidaknya oli perludi periksa.Gigi transmisi, sama dengan oli motor, oli gigi transmisi juga perlu diperiksa.Kabel kopling kemudi.Periksa kondisi kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau bahkan berkarat.Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40. Bagian lain dari traktor yang bergesekan, seperti jari kopling dan cam/pengait kopling utama.Untuk mencegah keausan, perlu dilumasi dengan oliSAE 30/40

j.            Memeriksa implemen

Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implement perlu diperiksa.Implemen yang bergerak, perlu diberi pelumas.

k.           Persiapan peralatan tangan

Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk mengoperasikan implemen, harus dibawa.Beberapa jenis traktor tangan dilengkapi dengan bagasi tempat peralatan tangan tersebut.Tempat peralatan biasanya di bagian atas traktor.

 

2.10.   Produsen-produsen Traktor Besar

a.           CV Karya Hidup Sentosa

Perusahaan yang didirikan oleh pasangan suami-istri Kirdjo Hadi Suseno pada 1953 di Yogyakarta ini merupakan perusahaan swasta nasional terbesar dalam industri traktor tangan roda dua, traktor roda empat, dan traktor angkut pedesaan roda empat dengan merek QUICK.

CV KHS bertumbuh pesat secara bisnis dan sumber daya manusia. Selain kapasitas produksi yang terus meningkat, ditandai dengan perluasan pabrik secara signifikan, secara pemasaran pun makin meluas, ditandai dengan jangkauan ekspor hingga ke-16 negara selain pasar nasional yang tentu saja sudah dikuasai. Tenaga kerja pun terserap semakin banyak.

traktor quick.jpg

b.           Yanmar .CO.LTD

Adalah pabrikan mesin diesel Jepang yang didirikan di Osaka, Jepang pada tahun 1912. Yanmar memproduksi dan menjual mesin yang digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk kapal laut, kapal pesiar, peralatan konstruksi, peralatan pertanian, dan set generator. Ini juga memproduksi dan menjual peralatan pertanian, peralatan konstruksi, sistem kontrol iklim, sistem pertanian, selain menyediakan berbagai layanan pemantauan jarak jauh.

traktor yanmar.jpg

c.           Kubota Corporation

Adalah produsen traktor dan alat berat yang berbasis di Osaka, Jepang. Salah satu kontribusinya yang penting adalah pembangunan Tabir Surya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1890. Perusahaan ini memproduksi banyak produk termasuk traktor dan peralatan pertanian, mesin, peralatan konstruksi, mesin penjual otomatis, pipa, katup, logam cor, pompa dan peralatan untuk pemurnian air, pengolahan limbah dan pendingin udara.

traktor kubota 3 .jpg

d.           Iseki & CO., LTD.

Berbasis di Matsuyama dan Tokyo, Jepang, adalah perusahaan manufaktur mesin pertanian Jepang terbesar ketiga. Produknya termasuk traktor, mesin tanam dan panen, komponen, dan mesin. Didirikan pada tahun 1926 sebagai Iseki Farm Implement Trading Co. di Matsuyama, Ehime, Jepang. Itu didirikan pada tahun 1936 sebagai Iseki & Co. Iseki mulai membangun traktor pada tahun 1961. traktor iseki.jpg
PENUTUP

2.11.   Kesimpulan

Mesin traktor murapakan suatu alat yang digunakan untuk memudahkan, mempercepat, merapikan, menghemat biaya,  dan mengolah tanah sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanah itu sendiri dengan hasil budidaya yang maksimal. Cara mengoperasikan traktor besar yaitu dimulai dari menghidupkan mesin, menjalankan, mengoperasikan pada saat pengolahan dan menghentikannya. Dimana pada setiap tapan ada cara-cara tertentu sesuai dengan petunjuk penggunaan.

penyaluran tenaga adalah untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, poros PTO, pompa hidraulis untuk menggerakan three point hitch, dan lain-lain pada berbagai tingkat putaran. Sistem transmisi traktor dilengkapi dengan diferential gear dan diferential lock. Diferential gear adalah roda gigi yang menjadikan kedua sisi roda (kanan dan kiri) berputar dengan kecepatan yang berbeda. Alat dan sistem penyaluran tenaga diantaranya adalah shaft, Transmisi sabuk-puli (belt and pulley), Sprocket dan chain, kopling, roda gigi.

Dalam penggunaan traktor besar perlu adanya perawatan agar traktor dapat bertahan lama, berguna dengan baik dan tidak mudah rusak. Perawatan traktor besar meliputi: memeriksa mur dan baut setelah 25 jam kerja, memeriksa V-Belt setelah 25 jam kerja, memeriksa bahan bakar, memeriksa saringan bahan bakar setelah 25 jam kerja, memeriksa saringan udara, memeriksa sistem pendingin, memriksa tuas kendali/kontrol, memeriksa tekanan ban, memeriksa sistem pelumasan, memriksa implemen, dan persiapan peralatan tangan.

Produsen traktor besar diantaranya adalah CV Karya Hidup Sentosa, Yanmar .CO.LTD, Kubota Corporation, dan  Iseki & CO., LTD.

 

2.12.   Saran

Diharapkan di masa yang akan datang praktikum menggunakan alat-alat mesin dan traktor besar dapat dilakukan oleh mahasiswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aldillah, R. 2016. Kinerja Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian dan Implikasinya Dalam Upaya Percepatan Produksi Pangan di Indonesia. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi 34 (2) : 163-177.

Aprianto, 2004. Peralatan yang digunakan dalam Pertanian. Gadjah Mada Ekspres. Yogyakarta.

Defredo. 2005. Mekanisasi Pertanian. PT Grafindo. Jakarta.

 

Erniyati R. 2014. Pengertian dan Mekanisme kerja traktor roda 4. [PDF].  Diakses  19 Mei 2020.

 

Fadilla, dkk. 2018. Pengaruh AlAT Mesin Pertanian Secara Ekonomis untuk Meningkatkan Efesisensi Pengolahan Tanah di Djati Gede Sumedang. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Bandung.

Frans, Jusuf Daywint, 2008. Mesin-mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering. Graha Ilmu. Yogyakarta.

 

Habiby, M., R, Sengli Damanik, dan Jonathan Ginting. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) pada Beberapa Pengolahan Tanah Inseptisol dan Pemberian Pupuk Kascing. Jurnal Online Agroteknologi 1 (4) : 1183-1194.

 

Kementerian Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2015. Traktor  Roda Dua (Hand Tractor).

 

Mardinata. Z dan Zulkifli. 2014. Analisis Kapasitas Kerja dan Kebutuhan Bahan Bakar Traktor Tangan Berdasarkan Variasi Pola Pengolahan Tanah, Kedalaman Pembajakan Ddn Kecepatan Kerja. AGRITECH. 34(3): 354-358.

 

Nurmayanti. I, dkk. 2017. MesinTraktor dan Alat Tradisional Pengolah Tanah. Universitas Muahammadiyah Gresik. Gresik. PertanianUniversitas Sumatera Utara.

 

Priyanto, A. 1997. Penerapan Mekanisasi Pertanian. Buletin Keteknikan 11 (1) :54-58.

Reychal, 2002. Pengelolahan Lahan Pertanian.Mekanisasi Pertanian halm 50-63: Graffindo Pustaka. Jakarta.

 

Rizaldi, Taufik. 2006. MesinPeralatan. DepartemenTeknologiPertanianFakultas

Santosa. 2007. Sistem Manajemen Mekanisasi Pertanian. Jurusan Teknologi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Andalas. Padang.

 

Sembiring, dkk.  2000. Kontruksi dan Pengukuran Kinerja Traktor Pertanian . Fateta IPB.

 

Soedarno. 1996. AlatPengolahanPertanian. Redijaya. Semarang.

 

Tim BSE. 2013. Buku Teks Bahan Ajar : Alat Mesin Pertanian. Jakarta : Buku Sekolah Elektronik (BSE).

 

Trisnawahyudi. 2012. Rancang Bangun Sistem Kendali Otomatis Traktor Roda Empat. Institut  Pertanian Bogor. Bogor. SKRIPSI.

 

Wijayanto. 2002. Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

 

Yunus, dkk. 2017. Optimalisasi Kebutuhan Traktor Untuk Pengolahan Tanah Sawah Di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Jurnal UHO 1 (2) : 18. (PDF). Diakses pada tanggal 18 Mei 2020.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini