LAPORAN PRAKTIKUM
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN
PENGUKURAN LUAS DAUN
DOSEN PENGAMPU: KAMILAH, SP.,MP
DEVI CERITASARI
CAA 117 012
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
|
|
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Daun merupakan bagian tanaman yang berfungsi sebagai organ fotosintesis utama dalam tubuh tanaman. Dimana merupakan tempat terjadinya proses perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dan tempat produksi karbohidrat, glukosa, yang diwujudkan dalam bentuk bahan kering., (Hasidah, 2017). Dalam analisis pertumbuhan tanaman, perkembangan tanaman menjadi perhatian utama. Berbagai pegukuran dapat digunakan seperti pengukuran indeks luas daun (ILD), nisbah luas daun (NLD), dan nisbah berat daun (NBD) pada wakt u tertentu. Perubahan-perubahan selama pertumbuhan mencerminkan perubahan bagian yang aktif dalam berfotosintesis, (Sumarsono, 2008).
Faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengukur luas daun adalah ketepatan hasil penguukuran dan kecepatan pengukuran. Masing-masing faktor tersebut memeliki kepentingan sendiri dalam penggunaannya, seperti pada pengukuran laju fotosintesis dan proses metabolisme lain tentunya ketepatan pengukuran yang diperlukan. Untuk pengukuran indeks luas daun kecepatan pengukuran yang diperlukan. Namun demikian ketepatan dan kecepatan pengukuran sangat bergantung pada alat dan cara atau teknik mengukuran.
Pengukuran luas daun dapat dilakukan dengan memetik daun maupun tanpa memetik daun. Bilamana pengukuran harus dilakukan dengan cara memetik daun, maka tanaman akan mengalamai kerusakan daun. pengukuran dengan cara dipetik dapat menggunakan alat Leaf Area Mater (LAM) atau metode timbang. Sedangkan metode tanpa petik dapat dilakukan dengan menggunaan persamaan atau rumus. Penguukuran luas daun dengan tidak harus memetik daun merupakan teknik pengukuran yang lebih baik karena tanaman tidak rusak atau pengukuran cepat serta tidak mensyaratkan peralatan yang mengkin sulit tersedianya.
Pengukuran luas daun dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang dapat digunakan diantaranya adalah metode kertas milimeter, metode gravimetri, leaf area meter, dan plong. Beberapa tanaman pangan seperti jagung dan kedelai digunakan faktor koreksi terhadap luas duan yang diperoleh dari mengukuran panjang kali lebar daun (Pearch, et.al. 1988) demikian pula pada daun nagka, (Goonasekera, 1978).
1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah mengukur luas daun dari beberapa tipe atau bentuk daun tanaman dengan menggunakan berbagai metode pengukuran luas daun.
II. BAHAN DAN METODE
2.1. Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan judul Pengukuran Luas Daun yaitu pada hari Selasa, 09 Juni 2020. Bertempat di pekarangan rumah Jl. Damang Salilah 1, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
2.2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan judul Pengukuran Luas Daun adalah penggaris, kertas milimeter block, unting, dan pulpen. Bahan yang digunakan yaitu 2 lembar daun mangga (Mangifera indica), 2 lembar daun nangka (Artocharpus heterophylus), dan satu tangka daun bawang prei (Allium fitulosum).
2.3. Cara Kerja
Cara kerja yang dilakukan dalam pengukuran luas daun yaitu :
2.3.1. Metode kertas milimeter
1. Mengambil secara acak daun mangga (Mangifera indica), dan pepaya (Artocharpus heterophylus), masing-masing 2 lembar.
2. Metakkan sampel daun di atas kertas millimeter, lalu menggambar pola daun tersebut dengan mengikuti bentuk sisi daunnya.
3. Menaksir luas daun berdasarkan jumlah kotak yang terdapat dalam pola daun dengan persamaan berikut: LD = n x Lk, dimana LD= luas daun, n= jumlah kotak pada kertas millimeter, lk= luas setiap kotak.
2.3.2. Metode Panjang x Lebar
1. Mengambil secara acak daun mangga (Mangifera indica), dan pepaya (Artocharpus heterophylus), masing-masing 2 lembar.
2. Mengukur panjang (P) dan lebar (L) masing-masing sampel daun, lalu menghitung luasnya, kemudian bandingkan dengan luas daun yang sama yang sudah diketahui dengan menggunakan metode kertas millimeter, untuk menentukan nilai konstantanya (k).
2.3.3. Mengukur luas daun bawang dengan rumus selimut bangun ruang
1. Mengambil daun yang berwarna hijau.
2. Menganalogikan daun dengan gabungan dua buah bentuk bangun ruang yaitu tabung dan kerucut.
3. Memotong hingga batas daun hingga berbentuk tabung dan besarnya sama.
4. Mengukur diameter daun tersebut (d) dan mengukur tinggi sisinya (s) untuk daun yang berbentuk kerucut.
5. Menghitung luas daun bagian kerucut dengan menggunakan rumus luas selimut kerucut L1 = µrs .
6. Mengukur tinggi (t) dan diameter (d) daun yang berbentuk tabung dan mengukur luasnya dengan menggunakan rumus selimut tabung L2 = µdt
7. Kemudian menghitung luas daun daun dengan menggabungkan L1 dan L2.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengukuran Luas Daun Menggunakan Kertas Milimeter
|
No |
Sampel daun |
N |
LK |
LD |
|
1 |
Nangka 1 |
77 |
1 cm2 |
77 cm2 |
|
2 |
Nangka 2 |
101 |
1 cm2 |
101 cm2 |
|
3 |
Mangga 1 |
64 |
1 cm2 |
64 cm2 |
|
4 |
Mangga 2 |
90 |
1 cm2 |
90 cm2 |
Tabel 2. Rata-rata Hasil Penentuan harga k pada 30 Sampel Daun
|
No |
Sampel daun |
Harga k |
|
1 |
Daun Nangka |
0.69 |
|
2 |
Daun Mangga |
0.67 |
Tabel 3. Hasil Pengukuran Luas Daun Metode Panjang X Lebar
|
No |
Sampel daun |
P (cm) |
L (cm) |
P x L (cm2) |
LD (cm2) |
K |
|
1 |
Nangka 1 |
14.3 cm |
7.5 cm |
107.25 cm2 |
77 |
0.69 |
|
2 |
Nangka 2 |
16 cm |
8.3cm |
132 cm2 |
101 |
0.69 |
|
3 |
Mangga 1 |
17.7 cm |
5 cm |
88.5 cm2 |
64 |
0.67 |
|
4 |
Mangga 2 |
20.8 cm |
6 cm |
124.8 cm2 |
90 |
0.67 |
Perhitungan luas daun menggunakan metode panjang x lebar:
LD = P x L x k
|
1. Luas daun nangka 1 LD =14.3 cm x 7.5 cm x 0.69 LD = 74.0025 cm2 2. Luas daun nangka 2 LD = 16 cm x 8.3 cm x 0.69 LD = 91.632 cm2 |
3. Luas daun mangga 1 LD = 17.7 cm x 5 cm x 0.67 LD = 59.295 cm2 4. Luas daun mangga 2 LD = 20.8 cm x 6 cm x 0.67 LD = 83.616 cm2 |
Tabel 3. Hasil Pengukuran Luas Daun Pada Daun Bawang
|
No |
Sampel Daun |
t (cm) |
d (cm) |
r (cm) |
s (cm) |
LD (cm2) |
|
1 |
Daun bawang 1 |
12.5 cm |
0.5 cm |
0.25 cm |
10 cm |
27.475 cm2 |
|
2 |
Daun bawang 2 |
14.2 cm |
0.45 cm |
0.225 cm |
10.5 cm |
25.08 cm2 |
|
3 |
Daun bawang 3 |
12.5 cm |
0.5 cm |
0.25 cm |
6 cm |
20.41 cm2 |
|
4 |
Daun bawang 4 |
10 cm |
0.3 cm |
0.25 cm |
5.5 cm |
12.01 cm2 |
|
5 |
Daun bawang 5 |
6.7 cm |
0.2 cm |
0.1 cm |
3.5 cm |
5. 307 cm2 |
Perhitungan luas daun pada daun bawang:
LD = l1 + L2, dimana L1 = µrs dan L2 = µdt
|
Daun Bawang 1 L1 = µrs L1 = 3.14 x 0.25 cm x 10 cm = 7.85 cm2 L2 = µdt L2 = 3,14 x 0.5 cm x 12.5 cm = 19.625 cm2 |
LD = l1 + L2 LD = 7.85 cm2 + 19.625 cm2 LD = 27.475 cm2
|
|
Daun Bawang 2 L1 = µrs L1 = 3.14 x 0.225 cm x 10.5 cm = 7.42 cm2 L2 = µdt L2 = 3,14 x 0.45 cm x 12.5 cm = 17.66 cm2 |
LD = l1 + L2 LD = 7.42 cm2 + 17.66 cm2 LD = 25.08 cm2
|
|
Daun Bawang 3 L1 = µrs L1 = 3.14 x 0.25 cm x 6 cm = 4.71 cm2 L2 = µdt L2 = 3,14 x 0.5 cm x 10 cm = 15.7 cm2 |
LD = l1 + L2 LD = 4.71 cm2 + 15.7 cm2 LD = 20.41 cm2
|
|
Daun Bawang 4 L1 = µrs L1 = 3.14 x 0.15 cm x 5.5 cm = 2.59 cm2 L2 = µdt L2 = 3,14 x 0.3 cm x 10 cm = 9.42 cm2 |
LD = l1 + L2 LD = 2.59 cm2 + 9.42 cm2 LD = 12.01 cm2
|
|
Daun Bawang 5 L1 = µrs L1 = 3.14 x 0.1 cm x 3.5 cm = 1.099 cm2 L2 = µdt L2 = 3,14 x 0.2 cm x 6.7 cm = 4.208 cm2 |
LD = l1 + L2 LD = 1.099 cm2 + 4.208 cm2 LD = 5. 307 cm2
|
3.2. Pembahasan
Pengukuran luas daun dengan metode yang berbeda pada tiga jenis daun yang berbeda juga. Metode yang digunakan diantaranya metode kertas milimeter, metode panjang kali lebar dan metode rumus bangun ruang, dimana masing-masing memiliki rumus yang berbeda juga. Sampel daun yang digunakan untuk diukur luas daunnya adalah 2 lembar daun mangga (Mangifera indica), 2 lembar daun nangka (Artocharpus heterophylus), dan 2 helai daun bawang prei (Allium fitulosum).
Cara mengukur menggunakan metode kertas milimeter adalah : a). Mengambil secara acak daun mangga (Mangifera indica), dan pepaya (Artocharpus heterophylus), masing-masing 2 lembar, b). Metakkan sampel daun di atas kertas millimeter, lalu menggambar pola daun tersebut dengan mengikuti bentuk sisi daunnya, c). Menaksir luas daun berdasarkan jumlah kotak yang terdapat dalam pola daun dengan persamaan berikut: LD = n x Lk, dimana LD= luas daun, n= jumlah kotak pada kertas millimeter, lk= luas setiap kotak. Cara mengukur luas daun menggunakan metode panjang kali lebar adalah Mengukur panjang (P) dan lebar (L) masing-masing sampel daun, lalu menghitung luasnya, kemudian bandingkan dengan luas daun yang sama yang sudah diketahui dengan menggunakan metode kertas millimeter, untuk menentukan nilai konstantanya (k). Mengukur luas daun bawang dengan rumus selimut bangun ruang yaitu: a). Mengambil daun yang berwarna hijau, b). Menganalogikan daun dengan gabungan dua buah bentuk bangun ruang yaitu tabung dan kerucut, c). Memotong hingga batas daun hingga berbentuk tabung dan besarnya sama, d). Mengukur diameter daun tersebut (d) dan mengukur tinggi sisinya (s) untuk daun yang berbentuk kerucut, e). Menghitung luas daun bagian kerucut dengan menggunakan rumus luas selimut kerucut L1 = µrs, f). Mengukur tinggi (t) dan diameter (d) daun yang berbentuk tabung dan mengukur luasnya dengan menggunakan rumus selimut tabung L2 = µdt, g). Kemudian menghitung luas daun daun dengan menggabungkan L1 dan L2.
Hasil pengukuran luas daun pada metode kertas milimeter pada daun nangka sampel 1 adalah 77 cm2, daun nangka sampel 2 adalah 101 cm2, daun mangga sampel 1 adalah 64 cm2, dan daun mangga sampel 2 adalah 90 cm2. Hasil pengukuran luas daun pada metode panjang kali lebar pada daun nangka sampel 1 adalah 74.0025 cm2, daun nagka sampel 2 adalah 91.632 cm2, daun mangga sampel 1 adalah 59.295 cm2, dan daun mangga sampel 2 adalah 83.616 cm2. Dari perhitungan kedua metode ini terlihat bahwa ada selisih nilai namun tidak terlalu signifikan bahkan dapat dikatakan nilainya yang hampir sama, namun untuk pengukuran dengan jumlah daun yang banyak maka disarankan menggunakan metode panjang kali lebar. Jika dibandingkan ketelitiannya maka dapat dikatakan metode kertas milimater adalah yang paling teliti. Perhitungan luas daun bawang dimana ada dua bangun ruang yaitu kerucut dan tabung yang diukur luas selimutnya. Luas gabungan dari kedua bangun ruang tersebut adalah pada sampel daun bawang 1 adalah 27.475 cm2 , pada sampel kedua adalah 25.08 cm2, sampel ketiga daun bawang adalah 20.41 cm2, sampel keempat daun bawang adalah 12.01 cm2 dan sampel kelima adalah 5. 307 cm2.
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dalam materi kali ini adalah pengukuran luas daun yang memeliki bentuk yang berbeda-beda. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tiga jenis daun yaitu daun mangga (Mangifera indica), daun nangka (Artocharpus heterophylus), dan daun bawang prei (Allium fitulosum). Daun mangga (Mangifera indica) dan daun nangka (Artocharpus heterophylus) merupakan jenis daun tunggal yang bentuknya tidak beraturan, dalam hal ini pengukuran menggunakan kertas milimeter block lebih efektif dan lebih valid dibandingkan menggunakan metode panjang kali lebar. Namun, jika pengukuran luas daun dilakukan pada jumlah daun yang banyak maka pengukuran menggunakan metode panjang kali lebar dapat digunakan. Persamaan yang digunakan dalam pengukuran luas daun metode kertas milimeter adalah LD = n x Lk, dimana LD= luas daun, n= jumlah kotak pada kertas millimeter, lk= luas setiap kotak. Sedangkan persamaan yang digunakan dalam metode panjang kali lebar adalah p x l k, dimana p = panjang daun, l = lebar daun, dan k = konstanta. Untuk menentukan konstanta daun diperlukan 30 sampel daun masing-masing untuk daun mangga dan nangka. Pengukuran luas daun pada daun bawang menggunaknan persamaan luas selimut tabung µdt ditambah luas selimut kerucut µrs , hal ini karena daun bawang memiliki bentuk yang beraturan.
DAFTAR PUSTAKA
Goonasekera, G.A.J.P.R. 1978. A General Regression Equation for The Estimation of
LeafArea. J. Rub. Res. Inst. Srilanka 55:29-33.
Hasidah. 2017. Kandungan Pigmen Klorofil Karatenoid dan Antosionin Daun Caladin. Jurnal Universitas Tanjungpura. Vol. 6(2): 29-37. (https://scholar.google.co.id/).
Irwan, A.W. ∙ F.Y. Wicaksono, 2017. Perbandingan pengukuran luas daun kedelai dengan metode gravimetri, regresi dan scanner. Jurnal Kultivasi Vol. 16 (3) Desember.
Pearce, SC., G.M. Clark, G.V. Dyke, R.E. Kempson. 1988. A Mannual of Crop Experimentation. London, Charles Griffin & Co.
Sumarsono, S. 2008. Analisis kuantitatif pertumbuhan
Tanaman kedelai (Soy
beans)(Growth Quantitaive Analysis of Soy beans). Project Report.
Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.
Zulkarnain, dkk. 2019. Karakteristik Morfologi Daun Di Kawasan Hutan Bulu’ Ballea, Tinggi Moncong Kabupaten Gowa Sebagai Referensi Dalam Pembelajaran Morfologi Tumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia. ISBN: 978-602-72245-4-4. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb. pdf.
LAMPIRAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PENGHITUNGAN HARGA “K”
Daun nangka
K = Luas daun / (p.l)
Sampel daun nangka 1
K = 77 cm2 /(14.3 cm x 7.5 cm) = 0.72
Sampel daun nangka 2
K = 101 cm2 / (16 cm x 8.3 cm) = 0.76
Sampel daun mangga 1
K = 64 cm2 / (17.7 cm x 5 cm) = 0.72
Sampel daun mangga 2
K = 90 cm2 / (20.8 cm x 6 cm) = 0.72
Komentar
Posting Komentar