LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN

 

PARAMETER DAN WAKTU PENGAMATAN
TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L)

 

 

 

 

 

 

DOSEN PENGAMPU: KAMILAH, SP.,MP

 

 

DEVI CERITASARI

CAA 117 012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

 

 
2020

I.           PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

Pepaya (Carica papaya L) merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Kegunaan tanaman pepaya cukup beragam dan hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Selain bernilai ekonomi tinggi, tanaman pepaya juga mencukupi kebutuhan gizi (Warisno, 2003).

Pepaya (Carica papaya L.) adalah salah satu jenis tanaman buah-buahan yang daerah penyebarannya berada di daerah tropis. Buah pepaya tergolong buah yang populer dan umumnya digemari oleh sebagian besar penduduk dunia. Hal ini disebabkan karena daging buahnya yang lunak dengan warna merah atau kuning, rasanya manis dan menyegarkan serta banyak mengandung air. Tanaman pepaya merupakan tanaman tahunan sehingga buah ini dapat tersedia setiap saat (Barus, 2008). Pepaya merupakan buah yang mempunyai nilai nutrisi, dapat dimanfaatkan dalam bentuk buah segar dan produk hasil olahan. Banyak mengandung vitamin, dapat dijadikan olahan sayur (baik daun, bunga, ataupun buahnya). (Sankat dan Maharaj, 1997).

Semua bagian tanaman pepaya mengandung getah. Daunnya tersusun secara spiral melingkari batang, lembaran daun bercelah-celah menjari. Daunnya bertangkai panjang, berkelompok pada pucuk kanopi. Daun yang telah tua akan menguning dan gugur meninggalkan bekas pada batangnya. Batang lurus, berongga di dalam, lunak, tidak bercabang namun apabila pucuknya dipotong akan terbentukcabang dan mencapai ketinggian hingga 10 m. Ada pohon yang berbunga jantan, berbunga betina dan berbunga sempurna.Bunga sempurna terdiri atas tiga jenis yaitu bunga sempurna elongata, bunga sempurna petandria, dan bunga sempurna intermediet(Ashari, 2006).

 

1.2.      Tujuan Praktikum

Untuk mengetahui parameter pengamatan, waktu dan selang waktu pengamatan
pada tanaman pepaya (Carica papaya L).

 

 

II. BAHAN DAN METODE

2.1.   Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan judul
Parameter dan Waktu Pengamatan  tanaman pepaya (Carica papaya L.) yaitu pada
bulan Juni-Desember 2020. Bertempat di pekarangan rumah, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

 

2.1.   Alat dan Bahan

Alat yang digunakan  pada praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan judul Parameter dan Waktu Pengamatan Tanaman pepaya (Carica papaya L.)  yaitu
penggaris, meteran, penggaris pita, oven, timbangan digital, alat tulis, dan kamera. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu tanaman pepaya (Carica papaya L.) itu sendiri.

 

2.3.  Cara Kerja

Cara kerja yang dilakukan pada praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan judul Parameter dan Waktu Pengamatan Tanaman Pepaya (Carica papaya L.) yaitu :

1.           Pengumpulan buah pepaya

2.           Selanjutnya biji di bagian tengah buah diambil, dibersihkan dan dikeringanginkan

3.           Biji disemaikan dalam bak perkecambahan yang berisi pasir+pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.

4.           Setelah berumur 2 minggu semaian dipindahkan ke dalam polibag besar dengan ukuran 40x50 cm yang berisi media tanah+pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, kemudian di tempatkan di lapangan dengan jarak 1x1 m.

5.           Pengamatan dilakukan sampai tanaman berumur 6 bulan. Pengamatan  dilakukan secara non destruktif dan destruktif. Parmeter yang diamati untuk analisis pertumbuhan meliputi laju tumbuh relatif, luas daun, laju asimilasi bersih, dan bobot kering tanaman, sedangkan peubah untuk tampilan agronomi meliputi tinggi tanaman, jumlah daun aktual, dan diameter batang.

6.           Setiap bulan dilakukan destruksi terhadap satu tanaman /varietas/ulangan untuk diamati berat keringnya. Tanaman yang akan didestruksi dilakukan dengan cara mencabut tanaman dari dalam polibag secara hati-hati tanpa merusak akarnya.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1. Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil Pengamatan Parameter dan Waktu Pengamatan Tanaman  Pepaya (Carica papaya L.).

No

Parameter

Waktu Pengamatan

Selang Waktu Pengamatan

1

Tinggi Tanaman

Pada saat tanaman sudah dipindak ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari.

Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamtan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari.

2

Jumlah Daun,

Pada saat tanaman sudah dipindah ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari.

Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamtan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari

3

Diameter Batang

Pada saat tanaman sudah dipindah ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari.

Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamatan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari

4

Laju Tumbuh Relatif,

Pada saat tanaman dicabut (destruktif) ditimbang berat basahnya dan setelah tanaman dikeringkan menggunakan oven.

Selang waktu pengamtan destruktif juga dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.

5

Laju Asimilasi bersih

Pada saat tanaman dicabut (destruktif) ditimbang berat basahnya dan setelah tanaman dikeringkan menggunakan oven.

Selang waktu pengamtan destruktif juga dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.

6

Bobot  Kering Tanaman,

Pada saat tanaman dicabut (destruktif) ditimbang berat basahnya dan setelah tanaman dikeringkan menggunakan oven.

Selang waktu pengamtan destruktif juga dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.

7

Luas daun

Pada saat tanaman dicabut (destruktif) diukur menggunakan Leaf area meter.

Selang waktu pengamtan destruktif juga dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.

 

3.2.  Pembahasan

Parameter tinggi tanaman dihitung dari permukaan tanah sampai pucuk tanaman, pengamatan menggunakan lata ukur meteran. Waktu pengamatan Pada saat tanaman sudah dipindah ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari. Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamtan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari.

Jumlah daun aktual (helai) dihitung jumlah yang ada pada saat pengamatan. Waktu pengamatan Pada saat tanaman sudah dipindah ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari. Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamtan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari.

Diameter batang dihitung pada ketinggian 5 cm dari atas permukaan tanah. Pengukuran menggunakan penggaris pita. Waktu pengamatan Pada saat tanaman sudah dipindah ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari. Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamtan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari.

Pengamatan laju pertumbuhan relatif dilakukan dengan cara destruktif dimana tanaman dicabut kemudian ditimbang berat basah dan berat keringnya. Pengamatan dilakukan setiap bulan karena untuk menghitung LPR terdapat satu tanaman yang dicabut setiap bulannya. Laju pertumbuhan relatif adalah laju pertambahan berat kering tanaman per satuan waktu. Dimana formula yang digunakan adalah:

LPR = ln W2 – ln W1/t2-t1

Dimana :

W1 = Berat kering tanaman pada awal pengamatan

W2 = Berat kering tanaman pada akhir pengamatan

t1  = Waktu pengamatan awal

t2  = Waktu pengamatan akhir.

Pengamatan laju asimilasi bersih dilakukan dengan cara destruktif dimana tanaman dicabut kemudian ditimbang berat basah dan berat keringnya. Pengamatan dilakukan setiap bulan karena untuk menghitung laju asimilasi bersih terdapat satu tanaman yang dicabut setiap bulannya. Laju asimilasi bersih adalah laju pertambahan berat kering per satuan luas daun per satuan waktu. Dimana formulanya adalah:

LAB = W2-W1/T2-T1  x ln A2 – ln A1/A2-A1

Dimana:

W1 = Berat kering tanaman pada awal pengamatan

W2 = Berat kering tanaman pada akhir pengamatan

t1 = Waktu pengamatan awal

t2 = Waktu pengamatan akhir

A1 = Luas daun pada awal pengamatan

A2 = Luas daun pada akhir pengamatan

Bobot kering tanaman ditimbang menggunakan timbangan digital. Waktu pengamatan pada saat tanaman dicabut (destruktif) ditimbang berat basahnya dan setelah tanaman dikeringkan menggunakan oven. Selang waktu pengamtan destruktif  dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.

Luas daun diukur menggunakan leaf area meter. Dimana alat ini sangat efektif untuk digunakan dan ketelitiannya sangat tinggi. Waktu pengamatan ketika tanaman telah dicabut. Selang waktu pengamatan  dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.

 


 

IV. PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Pengamatan pada tanaman pepaya (Carica papaya L.) dilakukan selama 6 (enam bulan). Dimana parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, berat kering tanaman, dan luas daun. pengamatan dilakukan secara destruktif dan non destruktif. Pengamatan non destruktif diantaranya adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diamater batang. Pengamatan pada saat tanaman sudah dipindah ke pot besar. Waktu pengamatan pada pagi hari. Selang waktu pengamatan non destruktif adalah satu (1) bulan. Waktu pengamatan dilakukan setiap tanggal 15 dan pada pagi hari. Pengamatan destruktif yang dilakukan adalah laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, berat keting tanaman dan luas daun. Selang waktu pengamtan destruktif juga dilakukan setiap satu (1) bulan sekali dengan mencabut tanaman setiap bulannya.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agustina, 2017. Kajian Karakterisasi Tanaman Pepaya ( Carica Papaya L.) Di Kota Madya Bandar Lampung. Skripsi Universitas Lampung. Lampung.

Ashari, Sumeru. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. UI-Press. Jakarta.

Barus, A. 2008. Agroteknologi Tanaman Buah-buahan. USU-Press. Medan.

Jawal M.A.S., et al. 2003. Hubungan Laju Pertumbuhan Dengan Saat Berbunga Utk. Seleksi Kegenjahan Tanaman Pepaya. J. Hort. 13(3):182-189, 2003. Pdf.

Martias, dkk. 2011. Respons Pertumbuhan dan Produksi Pepaya terhadap Pemupukan Nitrogen dan Kalium di Lahan Rawa Pasang Surut. J. Hort. 21(4):324-330. Pdf.

Sankat, C.K. and R.Maharaj. 1997. Papaya.p.167-189. In S.K. Mitra (Ed).Postharvest Physiology and Storage of Tropical and Subtropical Fruits. Cab. International. USA.

Warisno. 2003. Budidaya Pepaya: Kanisius. Yogyakarta.


 

LAMPIRAN

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini