Terlalu peduli dengan orang lain, bersiap-siaplah untuk kecewa.
Kadang hidup itu mudah, cukup jalani saja tanpa harus memperdulikan orang lain.
Tapi hidup dan kehidupan tidak bisa dijalain hanya seorang diri, dan manusia yang punya rasa kemanusiaan pasti punya rasa simpati dan empati.
Mungkin semesta lebih tahu, mana yang tulus dan hanya sekedar memanfaatkan keadaan.
Terkadang manusia juga egois, tapi entahlah. Kenapa aku selalu memperdulikan orang lain, memikirkan orang lain, apakah baik-baik saja, apakah dia bahagia, apakah dia sehat, bla bla bla.
Entah yang kulakukan benar atau salah, tapi akau akan merasa lebih baik jika aku melihat dan memastikan orang disekitarku baik-baik saja. Nyatanya mereka tidak seperti itu kepadaku. apkah aku pamrih? apakah aku tidak rela? apakah aku terlalu kepo dan ingin tahu dengan kehidupan orang lain?
Aku bahkan tidak mengerti, aku bahkan tidak tau kenapa orang lain memperlakukan aku kadang sangat tidak adil. apakah Tuhan sedang mengujiku? untuk selalu sabar barangkali? atau diperlihatkannya watak asli orang-orang di sekitarku? barang kali "iya" aku harus tetap wellcome dengan orang lain.
Sekarang harus tau, aku akan berbicara pada diriku sendiri. Terimalah yang datang, dan lepaskanlah yang pergi.
Komentar
Posting Komentar